Rabu, 13 November 2019

Memperbaiki Diri Sebelum Memperbaiki Sistem



KHAZANAH KEISLAMAN


Judul Buku : Fiqih prioritas
Penulis         : Dr. Yusuf Al qaradhawi
Penerbit : Maktabah wahabh, Kairo-Mesir
Tebal buku : 382 Halaman.


Prioritas Dalam Bidang Reformasi
“Memperbaiki Diri Sebelum Memperbaiki Sistem”


Diantara prioritas yang di anggap penting dalam usaha perbaikan (ishlah) ialah memberikan perhatian terhadap pembinaan individu sebelum membangun masyarakat atau memperbaiki diri sebelum sistem dan institusi. Individu manusia merupakan batu pertama dalam membangun masyarakat. Oleh karena itu, setiap usaha yang di upayakan untuk membentuk manusia muslim yang benar dan mendidiknya. Yang menjadi dasar bagi setiap usaha perbaikan perbaikan, perubahan, dan pembinaan sosial, yaitu usaha yang di mulai dari individu, yang menjadi pondasi bangunan secara menyeluruh. 


Seperti yang di katakan oleh salah satu presiden mahasiswa universitas gadjah mada (UGM) yaitu muhammad Atiatul Muqtadir bahwa Individu adalah sel terkecil dalam masyarakat, buruknya seorang individu itu sangat berpengaruh terhadap masyarakat lainnya. Kebayakan dari generasi milenials sekarang beranggapan bahwa jika individu atau diri mereka sendiri buruk atau baik, maka itu tidak akan berdampak bagi siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Padahal pola pemikiran seperti salah karena setiap individu yang melakukan perbuatan atau tindakan sangat berhubungan dekat dengan keluarga, masyarakat, lingkungan bahkan negaranya sendiri. Contohnya saja jika suatu individu malas untuk menempuh pendidikan, maka dia akan merugikan keluarganya sebagai posisi seorang anak, kemudian akan merugikan masyarakat bahkan sampai kepada negaranya.


Ketika kita ingin melakukan perubahan mulai dari diri kita mulai dari keimanan hingga pembinaan sosial. Yang pertama, perubahan yang di mulai dari keimanan bisa di lakukan dengan menanamkan akidah yang benar, ketika kita melakukan sesuatu dimulai dengan dasar iman dan akidah, jika kita mulai melenceng kembali lagi kepada iman dan akdiah. Akidah yang dapat menjawab berbagai pertanyaan yang sanat membingungkan bagi orang tidak tahu akan dirinya seperti siapa saya? Dari manakah saya berasal? Akan kemanakah perjalanan hidup saya? Mengapa saya ada di dunia ini? Apakah arti hidup dan mati? Apa  yang terjadi sebelum adanya kehidupan? Apa yang terjadi setelah terjadi setelah kematian? Apakah misi saya masih dia alam konsepsi himgga saya meninggal dunia?. Maka kita harus dapat menemukan jawaban atas segala pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri kita masing-masing. Dalam hidup kita harus memiliki target sehingga kita mempunyai motivasi untuk mencapai target tersebut. 


Kemudian yang kedua, Perubahan yang di mulai dari pembinaan sosial bisa dilakukan dengan cara mengikuti setiap pembinaan yang ada sehingga kita nanti nya akan bisa melakukan suatu tindakan untuk memperbaiki keadaan umat. Kita harus membina akal, ruh, tubuh, dan perilaku kita secara seimbang. Kita membina akal dengan cara pendidikan dan membina ruh dengan ibadah, membina jasmini dengan olahraga serta membina perilaku dengan sifat-sifat yang mulia.


Kita harus mempersiapkan agama dan dunia secara bersama-sama agar menjadi seorang individu yang baik dan dapat mempengaruhi orang untuk berbuat baik sehingga dapat terhindar dari kerugian di dunia dan di akhirat. Seperti yang dikatakan dalam salah satu ucapan dari penyair bahwa dapatkah sebuah bangunan diselesaikan apabila engkau membangunnya dan orang lain yang menghancurkannya?. Maka dari kalimat tersebut dapat kita simpulkan bahwa kita tidak bisa melakukan perubahan hanya diri kita sendiri tetapi kita bisa memulai dari kita dan di salurkan ke orang lain karena kita merupakan suatu sel yang sangat kecil dan penting dari suatu masyarakat yang nanti nya akan membawa suatu hasil dan dampak yang besar bagi kehidupan kita, masyarakat dan negara.

#Pembinaanetosidaceh2018

x

Kamis, 27 Juni 2019

Marine Pollution








IYMDS
(indonesia youth marine debaters summit)


Dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan khususnya di bidang sampah laut secara berkelanjutan di indonesia, Jika di tinjau dari aktivitas sehari-hari saya yang dominan melakukan kegiatan desa produktif di sebuah tempat terpelosok di banda aceh yaitu desa alue naga, dapat dijadikan studi banding dan tantangan bagi saya dalam mengelola sampah laut. Dalam ruang lingkup kecil, desa tersebut termasuk salah satu desa yang banyak menghasilkan sampah laut berupa plastik yang berasal dari limbah rumah tangga yang belum dapat di kelola dengan baik. Hal tersebut terjadi karena fasilitas tempat pembuangan sampah yang minim, pengetahuan masyarakat tentang laut yang rendah serta tidak adanya ilmu dalam mengelola sampah laut.

Dan jika di lihat dari perspektif pendidikan saya sebagai seorang mahasiswa arsitektur saya akan menerapkan dan mengembangkan ide beberapa tokoh arsitek terkenal dalam merancang sebuah object. Saya akan memunculkan ketertarikan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal itu dapat saya lakukan dengan membuat tempat sampah berbeda dengan yang lainnya yang berdasarkan kaidah arsitektural. 
Kemudian yang terakhir adalah dari segi organisasi. Untuk menyelesaikan permasalahan sampah laut melalui organisasi saya dapat bergabung dengan dengan lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi yang bergerak di bidang kelautan atau pendaur ulangan sampah agar semua program yang telah di rencanakan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan terlaksana dengan baik.

Perkembangan teknologi dapat membuat perubahan yang sangat signifikan yang berdampak pada meningkatnya perilaku konsumen sehinggga banyak menghasilkan sampah plastik. Menurut Stevenso, sampah laut memberikan dampak terhadap kehidupan melalui lima mekanisme, yaitu melalui sistem pencernaan dan terperangkapnya biota, terakumulasi dan menyebar ke wilayah lain, bersifat toksik, bioavailability, dan memberikan dampak melalui rantai makanan, sebagai vektor spesies invasif, berdampak terhadap habitat dan kehidupan dasar laut, dan berdampak secara ekonomi. Hal ini tidak dapat kita hentikan karena berkembangnya zaman tetapi dapat kita cegah dampak negatif dari hal tersebut. Sebelum terjadi maka kita dapat membuat kebijakan dengan mengurangi penggunaan sedotan plastik, paper cup, dll dengan mengganti alat2 tersebut menggunakan material yang bisa di pakai berulang kali misalnya terbuat dari logam dan sebagainya. Kemudian jika produksi plastic masih tetap tinggi kita dapat membuat suatu kebijakan agar sampah plastik yang di hasilkan tidak menjadi sampah laut yang dapat menjadi kita dapat memanfaatkan limbah plastic untuk didaur ulang kembali, maka jika ditinjau dari segi arsitektur saya akan membuat sebuah rancangan bangunan yang memanfaatkan barang-barang bekas sepeti sampah plastik tersebut agar sampah plastik dapat diminimalisir jumlah nya.

Sebagai pendukung kemajuan teknologi, dengan bergabungnya saya di berbagai organisasi yang dominannya memilih divisi media,multimedia atau komunikasi dan informasi, hal ini dapat mempermudah saya dapat menyeru atau mengajak orang lain atau masyarakat untuk peduli terhadap sampah plastic agar tidak merusak ekosistem laut, terumbu karang serta flora dan fauna laut baik melalui web-web, konten-konten video atau pun berbagai jenis desain grafis seperti poster-poster.

Jika saya mendapatkan pendanaan untuk menjalankan project terkait dengan permasalahan sampah laut di aceh, hal yang pertama yang dapat saya lakukan adalah membuat sebuah sosialisasi mengenai pengetahuan sampah laut dengan mengudang orang-orang yang memiliki ilmu tenteng itu agar masyarakat memiliki kesadaran akan bahayanya sampah plastik yang di buang ke dasar laut, sehingga hal tersebut dapat menggerakkan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan mereka. Kemudian setelah itu saya dapat memfasilitasi masyarakat melalui lembaga-lembaga atau organisasi yang saya emban dengan membuat sebuah objek kreatif dan kebijakan yang dapat meminimalisir sampah laut. Salah satunya dapat dilakukan dengan membuat tempat sampah yang dapat menampung banyak nya sampah yang di hasilkan di desa tersebut dengan menggunakan material sampah plastik itu sendiri, misalnya dari botol minuman.

Tetapi sebelum kebijakan tersebut dilakukan maka saya akan memfasilitasi dan mengajak masyarakat aceh untuk mengumpulkan semua jenis sampah plastic sehingga kegiatan itu juga membantu dalam meminim kan jumlah sampah plastik yang telah ada. Dan alternaltif lain bisa juga dengan menggerakakan masyarakat untuk menanam mangrove, kebijakan bukan hanya saja dapat berefek pada sampah laut tetapi juga dapat bergerak di bidang ekonomi dengan meningkatkan penghasilan seperti contoh nya desa alua naga yang dapat  meningkatkan produksi tiram karena desa tersebut merupakan penghasil tiram terbanyak.Jika sampah  laut dapat di kurangi maka flora dan fauna dapat dibudidayakan untuk kebutuhan hidup masyarakat aceh. Setelah keduanya berhasil dilakukan maka saya akan mudah dalam memfasilitasi dan mengaplikasikannya dalam bidang arsitektur seperti hal yang berskala internal mulai dari hal-hal yang kecil di wilayah provinsi hingga yang berskala eksternal dengan hal-hal yang besar, tersebar di seluruh Indonesia.

Hal yang dapat di lakukan jika solusi permasalahan sampah di Aceh tidak berjalan sebagai mana mestinya adalah membuat sebuah survey menggunakan konsep 5W1H, membuat hipotesis sementara dan mendapatkan sebuah permasalahan yang akurat. kemudian setelah itu jika ada hal yang masih belum maksimal dilakukan maka tugas kita adalah tetap menjalankan solusi yang pertama tetapi mengubah teknisinya, misalkan yang paling memungkinkan jika solusi tersebut tidak berjalan adalah dari masyarakatnya sendiri. Maka jika langkah awal yang pertama hanya melakukan sosialisasi maka untuk memaksimalkan hal tersebut kita harus membuat hal lain yang dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap sampah seperti menambahnya dengan kegiatan seminar-seminar dengan metode yang berbeda dan juga membuat suatu perlombaan akan tema mencegah sampah laut dan menawarkan hadiah yang menarik.Kemudian hal yang terpenting lagi adalah menggunakan suatu metode yang masyarakat butuhkan dan dilakukan dengan sebuah pendekatan yang kuat sehingga kita akan tau apa program yang pantas dan terjalankan oleh mayarakat itu sendiri.

Setelah itu jika hal tersebut telah berhasil dilakukan maka lanjut ketahap berikutnya dan jika tidak maka harus mencari solusi lain akan tetapi tetap dengan program awal. Kita harus tetap konsisten dengan apa yang telah kita rencanakan, terus berusaha walaupun gagal seperti albert einsten. Pasti suatu waktu akan berhasil. Menurut saya kita harus menumbuhkan kepedulian masyarakat akan sampah plastic dimulai dari hal yang sederhana, tidak semua yang kita program kan akan 100% berhasil karena setiap masyarakat pasti memiliki pemikiran yang berbeda dan itu tantangan bagi kita untuk dapat di satukan bukan di hilangkan.

Karena marine protected area kunci dari keselamatan laut jika kita hanya memperhatikan marine pollution dan tidak memperhatikanya maka akan memberikan dampak negative yang lebih parah bagi keselamatan laut. Marine protected area harus selalu di pantau dan dijaga, karena jika idonesia lengah sedikit saja maka akan banyak kawasan-kawasan laut yang akan di lewati oleh kapal-kapal asing tanpa izin yang bertujuan akan mengekspoitasi secara besar-besaran flora dan fauna laut bahkan mengambil dengan cara yang kejam yang akan merusak semua terumbu karang dan ekosistem laut.Jika hal itu terjadi maka pemulihan laut pun akan sangat lama dan memilki kemungkinan kecil untuk dapat pulih seperti sebelumnya. Maka oleh sebab itu tidak hanya marine pollution yang kita pikirkan saat ini, tetapi banyak hal dapat menimbulkan dampak negative lainnya yang harus juga kita pertimbangkan.