IYMDS
(indonesia youth marine debaters summit)
Dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan khususnya di bidang sampah laut secara berkelanjutan di indonesia, Jika di tinjau dari aktivitas sehari-hari saya yang dominan melakukan kegiatan desa produktif di sebuah tempat terpelosok di banda aceh yaitu desa alue naga, dapat dijadikan studi banding dan tantangan bagi saya dalam mengelola sampah laut. Dalam ruang lingkup kecil, desa tersebut termasuk salah satu desa yang banyak menghasilkan sampah laut berupa plastik yang berasal dari limbah rumah tangga yang belum dapat di kelola dengan baik. Hal tersebut terjadi karena fasilitas tempat pembuangan sampah yang minim, pengetahuan masyarakat tentang laut yang rendah serta tidak adanya ilmu dalam mengelola sampah laut.
Dan jika di lihat dari perspektif pendidikan saya sebagai seorang mahasiswa arsitektur saya akan menerapkan dan mengembangkan ide beberapa tokoh arsitek terkenal dalam merancang sebuah object. Saya akan memunculkan ketertarikan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal itu dapat saya lakukan dengan membuat tempat sampah berbeda dengan yang lainnya yang berdasarkan kaidah arsitektural.
Kemudian yang terakhir adalah dari segi organisasi. Untuk menyelesaikan permasalahan sampah laut melalui organisasi saya dapat bergabung dengan dengan lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi yang bergerak di bidang kelautan atau pendaur ulangan sampah agar semua program yang telah di rencanakan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan terlaksana dengan baik.
Perkembangan teknologi dapat membuat perubahan yang sangat signifikan yang berdampak pada meningkatnya perilaku konsumen sehinggga banyak menghasilkan sampah plastik. Menurut Stevenso, sampah laut memberikan dampak terhadap kehidupan melalui lima mekanisme, yaitu melalui sistem pencernaan dan terperangkapnya biota, terakumulasi dan menyebar ke wilayah lain, bersifat toksik, bioavailability, dan memberikan dampak melalui rantai makanan, sebagai vektor spesies invasif, berdampak terhadap habitat dan kehidupan dasar laut, dan berdampak secara ekonomi. Hal ini tidak dapat kita hentikan karena berkembangnya zaman tetapi dapat kita cegah dampak negatif dari hal tersebut. Sebelum terjadi maka kita dapat membuat kebijakan dengan mengurangi penggunaan sedotan plastik, paper cup, dll dengan mengganti alat2 tersebut menggunakan material yang bisa di pakai berulang kali misalnya terbuat dari logam dan sebagainya. Kemudian jika produksi plastic masih tetap tinggi kita dapat membuat suatu kebijakan agar sampah plastik yang di hasilkan tidak menjadi sampah laut yang dapat menjadi kita dapat memanfaatkan limbah plastic untuk didaur ulang kembali, maka jika ditinjau dari segi arsitektur saya akan membuat sebuah rancangan bangunan yang memanfaatkan barang-barang bekas sepeti sampah plastik tersebut agar sampah plastik dapat diminimalisir jumlah nya.
Sebagai pendukung kemajuan teknologi, dengan bergabungnya saya di berbagai organisasi yang dominannya memilih divisi media,multimedia atau komunikasi dan informasi, hal ini dapat mempermudah saya dapat menyeru atau mengajak orang lain atau masyarakat untuk peduli terhadap sampah plastic agar tidak merusak ekosistem laut, terumbu karang serta flora dan fauna laut baik melalui web-web, konten-konten video atau pun berbagai jenis desain grafis seperti poster-poster.
Jika saya mendapatkan pendanaan untuk menjalankan project terkait dengan permasalahan sampah laut di aceh, hal yang pertama yang dapat saya lakukan adalah membuat sebuah sosialisasi mengenai pengetahuan sampah laut dengan mengudang orang-orang yang memiliki ilmu tenteng itu agar masyarakat memiliki kesadaran akan bahayanya sampah plastik yang di buang ke dasar laut, sehingga hal tersebut dapat menggerakkan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan mereka. Kemudian setelah itu saya dapat memfasilitasi masyarakat melalui lembaga-lembaga atau organisasi yang saya emban dengan membuat sebuah objek kreatif dan kebijakan yang dapat meminimalisir sampah laut. Salah satunya dapat dilakukan dengan membuat tempat sampah yang dapat menampung banyak nya sampah yang di hasilkan di desa tersebut dengan menggunakan material sampah plastik itu sendiri, misalnya dari botol minuman.
Tetapi sebelum kebijakan tersebut dilakukan maka saya akan memfasilitasi dan mengajak masyarakat aceh untuk mengumpulkan semua jenis sampah plastic sehingga kegiatan itu juga membantu dalam meminim kan jumlah sampah plastik yang telah ada. Dan alternaltif lain bisa juga dengan menggerakakan masyarakat untuk menanam mangrove, kebijakan bukan hanya saja dapat berefek pada sampah laut tetapi juga dapat bergerak di bidang ekonomi dengan meningkatkan penghasilan seperti contoh nya desa alua naga yang dapat meningkatkan produksi tiram karena desa tersebut merupakan penghasil tiram terbanyak.Jika sampah laut dapat di kurangi maka flora dan fauna dapat dibudidayakan untuk kebutuhan hidup masyarakat aceh. Setelah keduanya berhasil dilakukan maka saya akan mudah dalam memfasilitasi dan mengaplikasikannya dalam bidang arsitektur seperti hal yang berskala internal mulai dari hal-hal yang kecil di wilayah provinsi hingga yang berskala eksternal dengan hal-hal yang besar, tersebar di seluruh Indonesia.
Hal yang dapat di lakukan jika solusi permasalahan sampah di Aceh tidak berjalan sebagai mana mestinya adalah membuat sebuah survey menggunakan konsep 5W1H, membuat hipotesis sementara dan mendapatkan sebuah permasalahan yang akurat. kemudian setelah itu jika ada hal yang masih belum maksimal dilakukan maka tugas kita adalah tetap menjalankan solusi yang pertama tetapi mengubah teknisinya, misalkan yang paling memungkinkan jika solusi tersebut tidak berjalan adalah dari masyarakatnya sendiri. Maka jika langkah awal yang pertama hanya melakukan sosialisasi maka untuk memaksimalkan hal tersebut kita harus membuat hal lain yang dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap sampah seperti menambahnya dengan kegiatan seminar-seminar dengan metode yang berbeda dan juga membuat suatu perlombaan akan tema mencegah sampah laut dan menawarkan hadiah yang menarik.Kemudian hal yang terpenting lagi adalah menggunakan suatu metode yang masyarakat butuhkan dan dilakukan dengan sebuah pendekatan yang kuat sehingga kita akan tau apa program yang pantas dan terjalankan oleh mayarakat itu sendiri.
Setelah itu jika hal tersebut telah berhasil dilakukan maka lanjut ketahap berikutnya dan jika tidak maka harus mencari solusi lain akan tetapi tetap dengan program awal. Kita harus tetap konsisten dengan apa yang telah kita rencanakan, terus berusaha walaupun gagal seperti albert einsten. Pasti suatu waktu akan berhasil. Menurut saya kita harus menumbuhkan kepedulian masyarakat akan sampah plastic dimulai dari hal yang sederhana, tidak semua yang kita program kan akan 100% berhasil karena setiap masyarakat pasti memiliki pemikiran yang berbeda dan itu tantangan bagi kita untuk dapat di satukan bukan di hilangkan.
Karena marine protected area kunci dari keselamatan laut jika kita hanya memperhatikan marine pollution dan tidak memperhatikanya maka akan memberikan dampak negative yang lebih parah bagi keselamatan laut. Marine protected area harus selalu di pantau dan dijaga, karena jika idonesia lengah sedikit saja maka akan banyak kawasan-kawasan laut yang akan di lewati oleh kapal-kapal asing tanpa izin yang bertujuan akan mengekspoitasi secara besar-besaran flora dan fauna laut bahkan mengambil dengan cara yang kejam yang akan merusak semua terumbu karang dan ekosistem laut.Jika hal itu terjadi maka pemulihan laut pun akan sangat lama dan memilki kemungkinan kecil untuk dapat pulih seperti sebelumnya. Maka oleh sebab itu tidak hanya marine pollution yang kita pikirkan saat ini, tetapi banyak hal dapat menimbulkan dampak negative lainnya yang harus juga kita pertimbangkan.