KHAZANAH KEISLAMAN
Judul Buku : Fiqih prioritas
Penulis : Dr. Yusuf Al qaradhawi
Penerbit : Maktabah wahabh, Kairo-Mesir
Tebal buku : 382 Halaman.
Prioritas Dalam Bidang Reformasi
“Memperbaiki Diri Sebelum Memperbaiki Sistem”
Diantara prioritas yang di anggap penting dalam usaha perbaikan (ishlah) ialah memberikan perhatian terhadap pembinaan individu sebelum membangun masyarakat atau memperbaiki diri sebelum sistem dan institusi. Individu manusia merupakan batu pertama dalam membangun masyarakat. Oleh karena itu, setiap usaha yang di upayakan untuk membentuk manusia muslim yang benar dan mendidiknya. Yang menjadi dasar bagi setiap usaha perbaikan perbaikan, perubahan, dan pembinaan sosial, yaitu usaha yang di mulai dari individu, yang menjadi pondasi bangunan secara menyeluruh.
Seperti yang di katakan oleh salah satu presiden mahasiswa universitas gadjah mada (UGM) yaitu muhammad Atiatul Muqtadir bahwa Individu adalah sel terkecil dalam masyarakat, buruknya seorang individu itu sangat berpengaruh terhadap masyarakat lainnya. Kebayakan dari generasi milenials sekarang beranggapan bahwa jika individu atau diri mereka sendiri buruk atau baik, maka itu tidak akan berdampak bagi siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Padahal pola pemikiran seperti salah karena setiap individu yang melakukan perbuatan atau tindakan sangat berhubungan dekat dengan keluarga, masyarakat, lingkungan bahkan negaranya sendiri. Contohnya saja jika suatu individu malas untuk menempuh pendidikan, maka dia akan merugikan keluarganya sebagai posisi seorang anak, kemudian akan merugikan masyarakat bahkan sampai kepada negaranya.
Ketika kita ingin melakukan perubahan mulai dari diri kita mulai dari keimanan hingga pembinaan sosial. Yang pertama, perubahan yang di mulai dari keimanan bisa di lakukan dengan menanamkan akidah yang benar, ketika kita melakukan sesuatu dimulai dengan dasar iman dan akidah, jika kita mulai melenceng kembali lagi kepada iman dan akdiah. Akidah yang dapat menjawab berbagai pertanyaan yang sanat membingungkan bagi orang tidak tahu akan dirinya seperti siapa saya? Dari manakah saya berasal? Akan kemanakah perjalanan hidup saya? Mengapa saya ada di dunia ini? Apakah arti hidup dan mati? Apa yang terjadi sebelum adanya kehidupan? Apa yang terjadi setelah terjadi setelah kematian? Apakah misi saya masih dia alam konsepsi himgga saya meninggal dunia?. Maka kita harus dapat menemukan jawaban atas segala pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri kita masing-masing. Dalam hidup kita harus memiliki target sehingga kita mempunyai motivasi untuk mencapai target tersebut.
Kemudian yang kedua, Perubahan yang di mulai dari pembinaan sosial bisa dilakukan dengan cara mengikuti setiap pembinaan yang ada sehingga kita nanti nya akan bisa melakukan suatu tindakan untuk memperbaiki keadaan umat. Kita harus membina akal, ruh, tubuh, dan perilaku kita secara seimbang. Kita membina akal dengan cara pendidikan dan membina ruh dengan ibadah, membina jasmini dengan olahraga serta membina perilaku dengan sifat-sifat yang mulia.
Kita harus mempersiapkan agama dan dunia secara bersama-sama agar menjadi seorang individu yang baik dan dapat mempengaruhi orang untuk berbuat baik sehingga dapat terhindar dari kerugian di dunia dan di akhirat. Seperti yang dikatakan dalam salah satu ucapan dari penyair bahwa dapatkah sebuah bangunan diselesaikan apabila engkau membangunnya dan orang lain yang menghancurkannya?. Maka dari kalimat tersebut dapat kita simpulkan bahwa kita tidak bisa melakukan perubahan hanya diri kita sendiri tetapi kita bisa memulai dari kita dan di salurkan ke orang lain karena kita merupakan suatu sel yang sangat kecil dan penting dari suatu masyarakat yang nanti nya akan membawa suatu hasil dan dampak yang besar bagi kehidupan kita, masyarakat dan negara.
#Pembinaanetosidaceh2018
x

Tidak ada komentar:
Posting Komentar